Minggu, 01 Juni 2014

TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI
PENGERTIAN :
Teks laporan adalah teks yang berisi penjabaran umum / melaporkan sesuatu berupa hasil dari pengamatan (observasi). Teks laporan (report) ini juga disebut teks klasifikasi karena memuat klasifikasi mengenai jenis-jenis sesuatu berdasarkan kriteria tertentu. Jenis teks ini mendeskripsikan atau menggambarkan bentuk, ciri, atau sifat umum (general) seperti benda, hewan, tumbuh-tumbuhan, manusia, atau peristiwa yang terjadi di alam semesta kita.
CIRI-CIRI TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI :
Harus mengandung fakta
bersifat objektif
harus ditulis sempurna dan lengkap
tidak memasukkan hal-hal yang menyimpang, mengandung prasangka, atau pemihakan
disajikan secara menarik, baik dalam hal tata bahasa yang jelas, isinya berbobot, maupun susunan logis. 
Pada umumnya teks laporan hasil observasi memiliki bentuk yang hampir sama dengan teks deskripsi, tetapi sebenarnya sifat kedua teks tersebut berbeda. Teks laporan menggambarkan sesuatu secara umum dan sesuai fakta apa adanya tanpa ada opini/pendapat penulis.  Sedangkan teks deskripsi menggambarkan secara khusus (unik dan individual) dan menggambarkan sesuai dengan sudut pandang penulis.
STRUKTUR TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI :
Strukturnya terdiri dari dua bentuk, yaitu pernyataan umum atau klasifikasi (biasanya di awal paragraf) dan sejumlah paragraf yang terdiri anggota atau aspek yang dilaporkan.
 

TEKS NEGOSIASI

Negosiasi adalah bentuk interaksi sosial yang berfungsi untuk mencapai kesepakatan
Negosiasi memiliki tujuan untuk mengurangi perbedaan posisi setiap pihak

Struktur teks negosiasi sebagai berikut
•       Secara sederhana : Pembukaan^isi^penutup
•       Secara spesifik: orientasi^permintaan^pemenuhan^penawaran^persetujuan^pembelian^penutup

Ciri Kebahasaannya adalah
•       Menggunakan bahasa yang santun
•       Terdapat bahasa ungkapan persuasif
•       Berisi pasangan tuturan
•       Keputusan atau kesepakatan yang dihasilkan tidak merugikan kedua pihak
•       Bersifat memerintah dan memenuhi perintah

Strategi dalam Negosiasi
1). Win-win strategi yaitu negosiasi yang berotientasi pada  kemenangan kedua belah pihak.
2). Win-lose strategi yaitu negosiasi untuk memperoleh kemenangan mutlak dengan mengalahkan orang lain.
3). Lose-lose strategi yaiu strategi yang didasari oleh penasaran untuk melampiasan kemarahan dan kecendrungan emosional. Strategi seperti ini banyak dihindarkan karena merugikan kedua belah pihak.

Tindakan yang dilakukan agar negosiasi berjalan lancar:
1)      Mengajak untuk membuat kesepakatan
2)      Memberikan alasan mengapa harus ada kesepakatan
3)      Membandingkan beberapa pilihan
4)      Memperjelas dan menguji pandangan yang dikemukakan
5)      Mengevaluasi kekuatan dan komitmen bersama
6)      Menetapkan dan menegaskan kembali tujuan negosiasi

Ciri-ciri negosiasi dilihat dari segi isi:
a)      Menghasilkan kesepakatan
b)     Menghasilkan keputusan yang saling menguntungkan
c)      Merupakan sarana untuk mencari penyelesaian
d)     Mengarah kepada tujuan praktis
e)      Memprioritaskan kepentingan bersama





Teks Eksposisi

Eksposisi adalah salah satu jenis pengembangan paragraf dalam penulisan yang dimana isinya ditulis dengan tujuan untuk menjelaskan atau memberikan pengertian dengan tulisan yang singkat, akurat, dan padat.

Struktur Teks: 
1.Tesis: Pernyataan Pendapat
2.Argumentasi: Data dan fakta sebagai    alasan pendapat
3.Penegasan ulang  

Ciri-Ciri dari Paragraf eksposisi, antara lain adalah:
1. Berusaha menjelaskan tentang sesuatu
2. Gaya bersifat informatif
3. Fakta dipakasi sebagai alat kontribusi
4. Fakta juga dipakai sebagai alat konkritasi
5. Paragraf eksposisi umumnya menjawab tentang askadimega.

Jenis teks eksposisi:
-Eksposisi definisi
-Eksposisi Proses
-Eksposisi Klasifikasi
-Eksposisi Ilustrasi
-Eksposisi Perbandingan
-Eksposisi Laporan

Contoh Teks Eksposisi:
 Produksi Minyak Indonesia Masih di Bawah Target

Minyak bumi adalah cairan kental, berwarna coklat gelap, atau kehijauan yang mudah terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak bumi. Seperti diketahui bahwa Indonesia dikenal salah satu produsen minyak terbesar. Tetapi sampai saat ini produksi minyak nasional hanya mencapai 830.000 barel per hari atau jauh di bawah target. Hal ini salah satu faktor yang membuat impor minyak makin meningkat. Sekretaris Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Gde Pradyana mengatakan produksi minyak saat ini rata-rata hanyai 832.000 barel per hari."Produksi minyak rata-rata saat ini adalah 832.000 barel per hari," kata Gde.
Tentunya produksi minyak sebesar 830.000 barel per hari masih di bawah target produksi minyak pada APBN Perubahan 2013 yang mencapai 840.000 barel per hari.
Padahal kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) nasional per hari nya mencapai 1,4juta barel, sehingga sisanya harus dipenuhi dari impor, minyak mentah maupun Bahan Bakar Minyak (BBM).Gde mengungkapkan belum tercapainya produksi minyak tersebut karena beberapa masalah."Terjadi planned dan unplanned shutdown yang menyebabkan kehilangan Produksi, seperti meningkatnya water cut, Pemortalanjalan truck oleh penduduk, high pressure problem di pipa, ramp up produksi setelah maintenance," ucapnya.
Jadi, sampai saat ini Indonesia hanya bisa memproduksi Minyak hanya mencapai  832.000 barel per hari. Akan tetapi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional perharinya mencapai 1,4juta barel. Oleh karena itu Indonesia harus impor minyak mentah atau BBM untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari


TEKS PROSEDUR KOMPLEKS

1.   Pengertian Prosedur Kompleks
Prosedur Kompleks  : Jenis teks yang berisi langkah-langkah yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Langkah-langkah itu biasanya tidak dapat dibalik-balik, tetapi apabila teks prosedur mengandung langkah-langkah yang dapat dibalik-balik, teks tersebut disebut protokol.

2.   Struktur Teks Prosedur Kompleks
a.    Tujuan yang akan dicapai
Berisi tujuan dari pembuatan teks prosedur kompleks atau hasil akhir yang akan dicapai (dapoat berupa judul).
a.    Langkah-langkah
Berisi cara-cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan (biasanya tidak dapat diubah urutannya)
3.   Ciri Kebahasaan
v  Konjungsi  Temporal (kata penghubung waktu)
Macam-Macam Konjungsi
a.    Konjungsi waktu : sesudah, setelah, sebelum, lalu, kemudian, setelah itu
b.    Konjungsi gabungan : dan, serta, dengan
c.    Konjungsi pertentangan : tetapi, akan tetapi, namun, melainkan, sedangkan
d.    Konjungsi pilihan : atau
e.    Konjungsi penegasan/penguatan : bahkan, apalagi, hanya, lagi pula, itu pun
f.     Konjungsi pembatasan : kecuali, selain, asal
g.    konjungsi tujuan : agar, supaya, untuk
h.    Konjungsi persyaratan : kalau, jika, jikalau, bila, asalkan, bilamana, apabila
i.      Konjungsi perincian : yaitu, adalah, ialah, antara lain, yakni
j.     Konjungsi penjelasan : bahwa
k.    Konjungsi sebab akibat : karena, sehingga, sebab, akibat, akibatnya
l.     Konjungsi perbandingan : bagai, seperti, ibarat, serupa
m.  Konjungsi penyimpulan :oleh sebab itu, oleh karena itu, jadi, dengan demikian
v   Kata Baku dan Tidak Baku
Kata Baku adalah kata standar, pokok, atau utama yang menjadi tolok ukur yang berlaku
contoh :
Baku-Tidak Baku
Aktif-Aktip
Aktivitas-Aktifitas
Apotek-Apotik
Analisis-Analisa
Asas-Azas
Atlet-Atlit
Atmosfer-Atmosfir
Cenderamata-Cinderamata
Definisi-Difinisi
Februari-Pebruari
Hakikat-Hakekat
Hipotesis-Hipotesa
Hierarki-Hirarki
Ijazah-Ijasah
Izin-Ijin
Jadwal-Jadual
Jenazah-Jenasah
v  Partisipan Manusia
Meliputi pronomina atau kata ganti yang digunakan untuk penyebutan berikutnya, seperti –nya (kata ganti orang ketiga tunggal) yang mengacu pada subjek (orang)
Contoh :
Jika pengendara melakukan pelanggaran,tentu pihak yang berwajib menilangnya.
v  Verba
a.    Verba material            verba yang mengacu pada tindakan fisik (melakukan,                         memukul, menilang)
b.    Verba tingkah laku : verba yang mengacu pada sikap yang dinyatakan pada                             ungkapan verbal (bukan sikap mental yang tidak                                        tampak), seperti menerima, menolak
4.   Kaidah Teks Prosedur Kompleks
Banyak dijumpai kalimat perintah. Konsekuensi dari penggunaan kalimat perintah adalah pemakaian kata kerja imperatif, yakni kata yang menyatakan perintah, keharusan, atau larangan. seperti : bacalah, carilah, pakailah.
5.   Prinsip
a.    Makna kata, istilah dalam teks prosedur kompleks
b.    Kata-kata baku dan tidak baku dalam teks prosedur komleks.
c.    Pengenalan ciri bahasa  teks prosedur kompleks
d.    Ciri bahasa yang dipergunakan dalam teks prosedur kompleks adalah bahasa dengan mempergunakan kaidah baku dan komunikatif.
Berikut ini short movie tentang Teks Prosedur Kompleks: